Bupati Banjarnegara dukung Sabu Saka (Satu Biyung Satu Kader) di implementasikan di Kabupaten Banjarnegara

Kabupaten Banjarnegara dalam beberapa tahun terakhir masih dikategorikan kabupaten bermasalah kesehatan. Nilai indeks IPKM pada tahun 2013 berada pada peringkat urutan 32 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan tahun 2018 menjadi juru kunci terbawah dari 35 kabupaten. Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Banjarnegara selama periode 2016 – 2017 mengalami kenaikan cukup signifikan, Tahun 2016 sebesar  120,3 per 100.000 kelahiran hidup dan Tahun 2017 sebesar 137,66 per 100.000 KH. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) juga masih tergolong tinggi, pada Tahun 2016 sebesar 13,16 per 1000 KH dan Tahun 2017 sebesar 13, 37 per 1000 KH. (Buku Saku Kesehatan 2018)

Upaya kesehatan ibu dan anak merupakan upaya dibidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan  pemeliharaan  ibu  hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta anak pra sekolah. Pemberdayaan dibidang KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) merupakan upaya memfasilitasi masyarakat untuk membangun sistem kesiagaan masyarakat dalam  upaya  mengatasi  situasi gawat darurat dari aspek non klinis terkait kehamilan dan persalinan.

Program SaBu SaKa ini merupakan pengembangan dari program inovasi One Client  One Kader (OCeOK) dari Puskesmas Pejawaran. Program Satu Biyung Satu Kader (SaBu SaKa) ini menggunakan pendekatan continuity of care pada ibu hamil yang merupakan kegiatan pendampingan ibu mulai dinyatakan hamil sampai masa nifas. Kader dalam hal ini adalah seseorang warga desa, telah dilatih tentang SaBu SaKa, dan tinggal di dekat ibu hamil untuk mendampingi ibu hamil yang sudah terdata oleh puskemas.

Model pendampingan ibu hamil sudah banyak dikembangkan di Puskesmas di Kabupaten Banjarnegara dengan berbagai inovasi, namun pada praktiknya kurang berjalan dengan maksimal. Pendampingan Sabu Saka sangat membantu dan dibutuhkan dalam menjaga kesehatan ibu hamil selama kehamilan. Kegiatan pendampingan Sabu Saka meliputi  mengingatkan jadwal pemeriksaan kesehatan  ibu hamil, mendeteksi faktor risiko kehamilan sejak dini, memantau kesehatan janin melalui gerakan janin dan membuat komitmen P4K (Program Perencanaan Persalinan dan  Penanganan  Komplikasi).  Pendampingan Sabu Saka akan meningkatkan pengetahuan, sikap,  dan  perilaku ibu hamil sehingga status kesehatan meningkat dan kematian ibu serta bayi dapat dicegah.

Kegiatan Advokasi hasil penelitian “Peningkatan Status Kesehatan Ibu dan Anak Melalui Pendekatan Satu Biyung Satu Kader (SaBu SaKa) di Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020” dilaksanakan Balai Litbangkes Banjarnegara pada Rabu 13 Oktober 2021. dalam sambutannya Kepala Balai Litbangkes Banjarnegara Jastal, SKM, M.Si menyampaikan pentingnya advokasi hasil penelitian ini kepada pemangku kebijakan untuk itu dalam kegiatan ini mengundang Bupati Banjarnegara, Dinas Kesehatan, Baperlitbang Banjarnegara, Dinas PermadesPPKB, 7 Camat dan 7 Kepala Puskesmas di wilayah Banjarnegara. Sekretaris Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI Dr. Nana Mulyana dalam sambutannya menyampaian bahwa pemerintah telah menetapkan penurunan angka kematian ibu sebagai major project, yang harus digarap dengan langkah-langkah strategis, efektif dan efisien, Beliau juga mengapresiasi Balai Litbangkes Banjarnegara yang telah melakukan penelitian ini dan pemerintah daerah perlu mengadopsi pengembangan model ini, bukan hanya Kabupaten Banjarnegara tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh daerah lain. Sementara itu Plh Bupati Kabupaten Banjarnegara H.Syamsudin, S.Pd, M.Pd yang hadir dan membuka acara pada kegiatan ini sangat mendukung untuk pelaksanaan SabuSaka diwilayah Banjarnegara.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *